TUGAS ILMU BUDAYA DASAR #1
dari tema:
KEMBALIKAN INDONESIAKU KE INDONESIA
Seiring jalannya waktu perkembangan dunia itu berjalan maju,
seperti di Indonesia kebudayaan yang
begitu banyak kini mulai tersisih dengan kebudayaan asing yang mulai merambah
dan menyisihkan kebudayaan kita. Di dalam kebudayaan tradisional terdapat
unsur-unsur budaya, salah satunya permainan tradisional anak-anak yang lambat
laun terlupakan oleh zaman. Permainan yang telah ada sejak dahulu, kini mulai
menghilang disebabkan adanya permainan bangsa asing yang membuat anak-anak lupa
akan permainan tradisional. Dan kalo kita review lagi semua itu sudah mengubah
segalanya, dari aspek kehidupan termasuk kebiasaan dan juga hal yang menyangkut
barang - barang apa yang kita gunakan.
Sungguh miris jika melihat kembali kegiatan anak-anak kecil
di jaman saat ini. Mereka pasti tidak sempat mengalami serunya berbagai
permainan tradisional yang pernah kita alami dulu. Padahal, sangat begitu
banyak manfaat yang didapat dari permainan tradisional tersebut, salah satunya
melatih motorik anak dan belajar bersosialisasi dengan teman sebayanya. Beginilah
resiko jadi anak jaman sekarang, sering dibandingkan dengan masa kecil kita
yang lahir di tahun tahun 80-an sampai 90-an, sebelum munculnya robot-robot
asing menguasi generasi jaman sekarang.
Memang beberapa hal
teknologi canggih dapat membuat anak bisa lebih pintar karena dengan mudah
melihat dunia lewat internet. Tetapi bisa juga membuat pribadi anak menjadi
kurang baik seperti menjadi egois, sombong, bahkan secara tidak langsung
anak-anak jaman sekarang memudarkan budaya Indonesia. Teknologi canggih ini
juga membuat anak-anak tidak memiliki teman nyata melainkan hanya teman di
dunia maya yang membuat anak menjadi anti sosial. Padahal masa kecil adalah
masa dimana kita memiliki banyak teman dan cerita yang akan kita ceritakan
kepada keturunan-keturunan kita kelak. Hal inilah yang mempengaruhi pudarnya
budaya kita seprti musyawarah dan gotong royong. Bahkan senyum dan sapapun
mulai hilang. Lihat saja, lebih banyak anak yang fokus pada gadget ketika di
jalan daripada melihat lingkungan sekitar.
Permainan anak-anak
sekarang terbilang canggih, semuanya serba elektronik. Mulai dari mobil-mobilan
remote control, pesawat remote control, nintendo, PS, PSP, Game Online,
Chatting, Facebook, Twitter, Ipad, Ipod dan permainan serba canggih lainnya.
Dari satu sisi sebenarnya baik, karena otak anak-anak jadi cepat tau
perkembangan teknologi, istilahnya ga gaptek. Tapi sisi lainnya kesemua
permainan tersebut ga banyak memengaruhi fisik mereka. Karena cara memainkan
kesemua permainan tersebut hanya dengan duduk diam. Misalnya anak yang lagi
main PS pasti duduk, begitupun dengan memainkan game online, chatting, facebook
dan permainan teknologi lainnya, kebanyakan dengan duduk. Yang bergerak
hanyalah jari-jari mereka. Membuat anak-anak menjadi malas untuk bergerak, atau
istilah jaman sekarang adalah Mager alias Malas Gerak.
Bandingkan dengan permainan
anak-anak jaman dulu yang pernah kita
mainkan semasa kanak-kanak, seperti permainan petak umpet, petak jongkok,
kelereng , bentengan, congklak, dan permainan lain yang dimiliki oleh setiap
daerah. Permainan tersebut muncul sudah sangat lama. Tapi sangat disayangkan
permainan-permainan tersebut sudah sangat langka di temukan atau bahkan sama
sekali tidak ditemukan lagi. Kalau dilihat anak-anak saat ini lebih suka bermainan
yang dikeluarkan oleh bangsa asing seperti bermain playstation, Xbox, dan game
online . Lihat saja contohnya di warnet, tidak hanya remaja saja yang
tergila-gila bermain permainan tersebut, tetapi warnet juga dipenuhi dengan
anak-anak kecil bahkan mereka rela bolos sekolah demi bermain game online. Tidak
hanya itu, jaman sekarang ini anak-anak kecil bahkan dibawah umur 5 tahun sudah
diajarkan bermain gadget seperti ipad, anak SD pun sekarang rata-rata sudah
memegang alat komunikasi canggih, bermerek dan mahal tentunya seperti kalanya
orang-orang dewasa. Padahal itu semua saya jamin tidak memberikan kebahagiaan
seperti permainan-permainan tradisional dahulu yang banyak mempengaruhi fisik (bukan
kekerasan), dan juga melatih daya pikir, kekompakkan, keterampilan si anak.
Misalnya permainan benteng, kasti, lompat tali, petak jongkok, petak umpat. Ke
enam permainan tersebut mempengaruhi hampir keseluruhan fisik anak. Karena
mengharuskan anak-anak untuk berlari, melompat, berjalan dan melakukan gerakkan
fisik lainnya yang menyenangkan juga menyehatkan, daripada hanya duduk seharian
yang hanya akan menimbulkan penyakit.
Kendala kurang
berkembangnya permainan tradisional ini adalah terbatasnya lapangan di
kota-kota besar, sementara banyak permainan yang memerlukan arena yang luas.
Kendala besar lainnya adalah karena larangan dari orang tua. Mereka takut
anak-anak mereka terluka, kotor atau kulit anak menjadi hitam karena bermain di
lapangan terbuka. Hasilnya, banyak orang tua yang memberikan mainan elektronik
yang disukai anak. Padahal permainan ini cenderung membuat anak sulit
bersosialisasi sehingga anak menjadi pemalu, penyendiri dan individualistis. Permainan
yang instan tersebut memang menggeser permainan tradisional di Indonesia,
selain itu juga menghambat anak untuk bersosialisasi sesama mereka.
Kalau kata anak jaman sekarang, munculnya teknologi yang
marak menyisihkan budaya Indonesia ini, membuat si anak menjadi alay, lebay,
masih kecil tapi sudah “merasakan” jadi orang dewasa, mulai dari permainan
dengan teman sebaya, style, tontonan, musik yang didengar. Berbeda dengan waktu
kita masih kecil dulu, dimana kita lebih sering menghabiskan masa kecil di luar
rumah, bermain permainan yang mengasah otak, fisik dan mental bersama
teman-teman. Sebaiknya memperkenalkan dan
melestarikan kembali kebudayaan indonesia khususnya permainan tradisional di
daerah masing-masing. Jangan biarkan generasi muda Indonesia terpaku pada
robot-robot Asing yang sedang mendunia;).
Referensi:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar