Selasa, 01 April 2014

PERMAINANKU, KEBAHAGIAANKU, DULU...

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR #1

dari tema:

KEMBALIKAN INDONESIAKU KE INDONESIA

Seiring jalannya waktu perkembangan dunia itu berjalan maju, seperti di Indonesia kebudayaan yang begitu banyak kini mulai tersisih dengan kebudayaan asing yang mulai merambah dan menyisihkan kebudayaan kita. Di dalam kebudayaan tradisional terdapat unsur-unsur budaya, salah satunya permainan tradisional anak-anak yang lambat laun terlupakan oleh zaman. Permainan yang telah ada sejak dahulu, kini mulai menghilang disebabkan adanya permainan bangsa asing yang membuat anak-anak lupa akan permainan tradisional. Dan kalo kita review lagi semua itu sudah mengubah segalanya, dari aspek kehidupan termasuk kebiasaan dan juga hal yang menyangkut barang - barang apa yang kita gunakan.

Sungguh miris jika melihat kembali kegiatan anak-anak kecil di jaman saat ini. Mereka pasti tidak sempat mengalami serunya berbagai permainan tradisional yang pernah kita alami dulu. Padahal, sangat begitu banyak manfaat yang didapat dari permainan tradisional tersebut, salah satunya melatih motorik anak dan belajar bersosialisasi dengan teman sebayanya. Beginilah resiko jadi anak jaman sekarang, sering dibandingkan dengan masa kecil kita yang lahir di tahun tahun 80-an sampai 90-an, sebelum munculnya robot-robot asing menguasi generasi jaman sekarang.

Memang beberapa hal teknologi canggih dapat membuat anak bisa lebih pintar karena dengan mudah melihat dunia lewat internet. Tetapi bisa juga membuat pribadi anak menjadi kurang baik seperti menjadi egois, sombong, bahkan secara tidak langsung anak-anak jaman sekarang memudarkan budaya Indonesia. Teknologi canggih ini juga membuat anak-anak tidak memiliki teman nyata melainkan hanya teman di dunia maya yang membuat anak menjadi anti sosial. Padahal masa kecil adalah masa dimana kita memiliki banyak teman dan cerita yang akan kita ceritakan kepada keturunan-keturunan kita kelak. Hal inilah yang mempengaruhi pudarnya budaya kita seprti musyawarah dan gotong royong. Bahkan senyum dan sapapun mulai hilang. Lihat saja, lebih banyak anak yang fokus pada gadget ketika di jalan daripada melihat lingkungan sekitar.

Permainan anak-anak sekarang terbilang canggih, semuanya serba elektronik. Mulai dari mobil-mobilan remote control, pesawat remote control, nintendo, PS, PSP, Game Online, Chatting, Facebook, Twitter, Ipad, Ipod dan permainan serba canggih lainnya. Dari satu sisi sebenarnya baik, karena otak anak-anak jadi cepat tau perkembangan teknologi, istilahnya ga gaptek. Tapi sisi lainnya kesemua permainan tersebut ga banyak memengaruhi fisik mereka. Karena cara memainkan kesemua permainan tersebut hanya dengan duduk diam. Misalnya anak yang lagi main PS pasti duduk, begitupun dengan memainkan game online, chatting, facebook dan permainan teknologi lainnya, kebanyakan dengan duduk. Yang bergerak hanyalah jari-jari mereka. Membuat anak-anak menjadi malas untuk bergerak, atau istilah jaman sekarang adalah Mager alias Malas Gerak.

Bandingkan dengan permainan anak-anak jaman dulu  yang pernah kita mainkan semasa kanak-kanak, seperti permainan petak umpet, petak jongkok, kelereng , bentengan, congklak, dan permainan lain yang dimiliki oleh setiap daerah. Permainan tersebut muncul sudah sangat lama. Tapi sangat disayangkan permainan-permainan tersebut sudah sangat langka di temukan atau bahkan sama sekali tidak ditemukan lagi. Kalau dilihat anak-anak saat ini lebih suka bermainan yang dikeluarkan oleh bangsa asing seperti bermain playstation, Xbox, dan game online . Lihat saja contohnya di warnet, tidak hanya remaja saja yang tergila-gila bermain permainan tersebut, tetapi warnet juga dipenuhi dengan anak-anak kecil bahkan mereka rela bolos sekolah demi bermain game online. Tidak hanya itu, jaman sekarang ini anak-anak kecil bahkan dibawah umur 5 tahun sudah diajarkan bermain gadget seperti ipad, anak SD pun sekarang rata-rata sudah memegang alat komunikasi canggih, bermerek dan mahal tentunya seperti kalanya orang-orang dewasa. Padahal itu semua saya jamin tidak memberikan kebahagiaan seperti permainan-permainan tradisional dahulu yang banyak mempengaruhi fisik (bukan kekerasan), dan juga melatih daya pikir, kekompakkan, keterampilan si anak. Misalnya permainan benteng, kasti, lompat tali, petak jongkok, petak umpat. Ke enam permainan tersebut mempengaruhi hampir keseluruhan fisik anak. Karena mengharuskan anak-anak untuk berlari, melompat, berjalan dan melakukan gerakkan fisik lainnya yang menyenangkan juga menyehatkan, daripada hanya duduk seharian yang hanya akan menimbulkan penyakit.

Kendala kurang berkembangnya permainan tradisional ini adalah terbatasnya lapangan di kota-kota besar, sementara banyak permainan yang memerlukan arena yang luas. Kendala besar lainnya adalah karena larangan dari orang tua. Mereka takut anak-anak mereka terluka, kotor atau kulit anak menjadi hitam karena bermain di lapangan terbuka. Hasilnya, banyak orang tua yang memberikan mainan elektronik yang disukai anak. Padahal permainan ini cenderung membuat anak sulit bersosialisasi sehingga anak menjadi pemalu, penyendiri dan individualistis. Permainan yang instan tersebut memang menggeser permainan tradisional di Indonesia, selain itu juga menghambat anak untuk bersosialisasi sesama mereka.

Kalau kata anak jaman sekarang, munculnya teknologi yang marak menyisihkan budaya Indonesia ini, membuat si anak menjadi alay, lebay, masih kecil tapi sudah “merasakan” jadi orang dewasa, mulai dari permainan dengan teman sebaya, style, tontonan, musik yang didengar. Berbeda dengan waktu kita masih kecil dulu, dimana kita lebih sering menghabiskan masa kecil di luar rumah, bermain permainan yang mengasah otak, fisik dan mental bersama teman-teman. Sebaiknya memperkenalkan dan melestarikan kembali kebudayaan indonesia khususnya permainan tradisional di daerah masing-masing. Jangan biarkan generasi muda Indonesia terpaku pada robot-robot Asing yang sedang mendunia;).


Referensi:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar